Kirim pesan

MEMBINA KARAKTER MEMBANGUN PERPUSTAKAAN KEJUJURAN
Berita 13-Februari-2019 09:58:03
oleh Operator

MEMBINA KARAKTER MEMBANGUN PERPUSTAKAAN KEJUJURAN

( Jembatan Aplikasi Literasi di Sekolah )

Penulis : Lia Evilia Soekardi

 

A.      PENDAHULUAN

 

Makna literasi tidak sesempit berbicara tentang menulis dan membaca. Banyak aktifitas yang bisa dikembangkan di berbagi tempat dan berbagai cara. Gerakan literasi beberapa tahun terakhir terus disebarluarkan ke seluruh sudut negeri. Berbagai pihak berperan aktif agar seluruh kalangan aktif membaca berbagai informasi. Dari kalangan birokrat hingga garis rakyat. Dari kalangan akademisi hingga pegiat literasi. Semua terlibat agar masyakarat belajar sepanjang hayat.

 

Sebagai seorang pengajar, seorang pendidik mewujudkan mimpi untuk membuat sekolah menjadi area nyaman untuk membaca disetiap sudut adalah mimpi terbesar saat ini. Terbayang “ masyarakat “ sekolah beraktivitas membaca terlihat dimanapun. Pada saat waktu kosong membaca buku – buku non pelajaran menjadi salah satu prioritas utama mengisi waktu senggang. Pada saat mereka istirahat, pada saat keluar kelas, tempat yang mereka tuju adalah rak – rak buku yang terpajang di luar kelas mereka. Langkah mereka tertuju pada buku – buku yang terpajang di rak – rak sepanjang koridor kelas atau pun di taman – taman yang tertata apik. Hmmmm akan terwujudkah?

DSC00848

  1. Aktivitas di Perpustakaan Kejujuran

Sekolah adalah lingkungan pendidikan yang tidak hanya mengajarkan siswa berbagai macam ilmu tapi juga mendidik siswa bermoral baik.  Dalam Kurikulum 2013 tujuan kurikulum yang berkaitan dengan karakter ada di Kompetensi Inti urutan kedua yang tertulis sebagai berikut :

KI 2 Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia

 

Menyambung tujuan Kurikulum 2013 tertulis jelas bahwa agar siswa dalam aplikasi kesehariannya tidak hanya cerdas dalam ilmu tapi juga santun dalam berperilaku. Membentuk output siswa mumpuni ( cerdas berbudi pekerti ) tidak seperti membalikkan tangan tidak secepat patpatgulipat semua terwujud dalam waktu cepat tetapi diperlukan waktu yang sangat panjang dalam mengajar dan mendidiknya. Proses yang berkesinambungan dan berkelanjutan.

 

Bagaimanakah lingkungan sekolah menjadi lingkungan membaca tapi sekaligus menjadikan lingkungan untuk mendidik siswa bermoral tinggi, jujur, berbudi pekerti baik. Tidak ada istilah kebetulan yakinlah Bahwa Alloh SWT sudah mengaturnya. Bertepatan dengan gerakan literasi sekolah di sekolah menengah atas pada tahun 2016, rasanya makin terbuka lebar peluang mimpi menjadi kenyataan yaitu mewujudkan Perpustakaan Kejujuran.

Mengutip tujuan GLS  ( Gerakan Literasi Sekolah ) adalah

Maksud dan Tujuan Umum :

-          Menumbuhkembangkan budi pekerti peserta didik melalui pembudayaan ekosistem literasi sekolah yang di wujudkan dalam GLS agar mereka menjadi pembelajar sepanjang hayat

Maksud dan Tujuan Khusus :

-          Menumbuhkan budaya literasi di sekolah

-          Meningkatkan kapasitas warga dan lingkungan sekolah agar literat

-          Menjadikan sekolah sebagai taman belajar yang menyenangkan dan ramah serta mampu mengelola pengetahuan

-          Menjaga keberlanjutan pembelajaran dengan menghadirkan beragam buku dan mewadahi berbagai strategi membaca

 

Dalam Tujuan GLS pun terurai  pendidikan moral yang lebih diutamakan. dengan “menumbuhkembangkan budi pekerti” Budi Pekerti menjadi dasar utama dalam pelaksanaan kegiatan literasi sekolah agar siswa menjadi pembelajar berbudi pekerti yang baik.

 

 

B.      PERPUSTAKAAN KEJUJURAN

Dalam http://www.wawasanpendidikan.com/2016/03/pengertian-perpustakaan-dan-perpustakaan-sekolah-menurut-para-ahli.html diuraikan pengertian perpustakaan dan perpustakaan sekolah antara lain :

a. Menurut Ibrahim Bafadal, Perpustakaan adalah suatu unit kerja dari satu badan atau lembaga tertentu yang mengelola bahan-bahan pustaka, baik berupa buku-buku maupun bukan berupa buku (non book material) yang diatur secara sistematis menurut aturan tertentu sehingga dapat digunakan sebagai sumber informasi oleh setiap pemakainya.

 

b. Menurut Darmono memberikan definisi perpustakaan sebagai salah satu unit kerja yang berupa tempat untuk mengumpulkan, menyimpan, mengelola dan mengatur koleksi bahan pustaka secara sistematis untuk digunakan oleh pemakai sebagai sumber informasi sekaligus sebagai sarana belajar yang menyenangkan.

 

2. Pengertian Perpustakaan Sekolah

Pengertian perpustakaan sekolah merupakan turunan dari pengertian perpustakaan secara umum. adapun Pengertian Perpustakaan Sekolah Menurut Para Ahli antara lain:

a. Menurut Carter V. Good sebagaimana yang dikutip oleh Ibrahim Bafadal memberikan definisi perpustakaan sekolah sebagai koleksi yang diorganisasikan di dalam suatu ruang agar dapat digunakan oleh murid-murid dan guru-guru, yang dalam penyelenggaraannya diperlukan seorang pustakawan yang bisa diambil dari salah seorang guru. 

 

b. Menurut Ibrahim Bafadal sendiri berpendapat bahwa perpustakaan sekolah adalah kumpulan bahan pustaka, baik berupa buku-buku maupun bukan buku (non book material) yang diorganisasikan secara sistematis dalam suatu ruang sehingga dapat membantu murid-murid dan guru-guru dalam proses belajar mengajar di sekolah.

 

Perpustakaan Kejujuran adalah salah satu media terpajangnya buku – buku yang tidak dibatasi dinding – dinding bangunan kelas atau ruangan.  Tidak diorganisir secara sistematis, Tercatat secara sederhana, cukup hati yang berbicara, ambil buku, membaca buku dan mengembalikan kembali buku tersebut pada tempatnya. Tetapi proses sederhana tersebut sangat sulit diterapkan. Kadang terjadi mengambil buku, membaca buku tapi setelah itu buku disimpan tidak pada tempatnya. Kadang terjadi mengambil buku, membaca buku selanjutnya buku terbawa ke kelas dan entah kemana. Hanya hati yang menggerakkan harus disikapi bagaimana terhadap buku – buku yang terpajang dalam rak – rak yang terpajang dalam perpustakaan kejujuran.

 

 

 


  1. Siswa Baru SMAN 2 Cimahi sedang membaca serentak buku non pelajaran

 


  1. Perpustakaan Kejujuran di pajang di luar ruang Perpustakaan yang berisi buku – buku dari Gerakan Sedekah Buku

Disinilah makna kejujuran timbul. Apakah kejujuran? Dalam http://kisahimuslim.blogspot.co.id/2014/09/arti-dan-makna-kejujuran-dalam-islam.html diuraikan bahwa Dalam bahasa Arab, kata jujur sama maknanya dengan “ash-shidqu” atau “shiddiq” yang berarti nyata, benar, atau berkata benar. Secara istilah, jujur atau ash-shidqu bermakna: (1) kesesuaian antara ucapan dan perbuatan; (2) kesesuaian antara informasi dan kenyataan; (3) ketegasan dan kemantapan hati; dan (4) sesuatu yang baik yang tidak dicampuri dengan kedustaan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata "jujur" berarti lurus hati; tidak berbohong (misal dengan berkata apa adanya); 2 tidak curang (misal dalam permainan, dng mengikuti aturan yg berlaku): mereka itulah orang-orang yg jujur dan disegani; 3 tulus; ikhlas; Sedangkan "kejujuran" berarti sifat (keadaan) jujur; ketulusan (hati); kelurusan (hati): ia meragukan kejujuran anak muda itu.

Pembagian Sifat Jujur Imam al-Gazali membagi sifat jujur atau benar (shiddiq) sebagai berikut. Arti dan Makna Kejujuran dalam Islam

  1. Jujur dalam niat atau berkehendak maksudnya adalah tiada dorongan bagi seseorang dalam segala tindakan dan gerakannya selain karena dorongan dari Allah Swt.
  2. Jujur dalam perkataan (lisan), yaitu sesuainya berita yang diterima dengan berita yang disampaikan. Setiap orang harus bisa memelihara perkataannya. Ia tidak berkata kecuali kata-kata yang jujur. Barangsiapa yang menjaga lidahnya dengan selalu menyampaikan berita yang sesuai dengan fakta yang sebenarnya, ia termasuk jujur jenis ini. Menepati janji juga termasuk jujur jenis ini.
  3.  Jujur dalam perbuatan/amaliah, yaitu beramal dengan sungguh-sungguh sehingga perbuatan akhirnya tidak menunjukkan sesuatu yang ada dalam batinnya dan menjadi tabiat bagi dirinya.

 

Membangun manusia dengan memiliki sifat “ jujur “ dapat dilakukan dengan berbagai cara. Begitupun di sekolah, mendidik siswa agar memiliki sifat “ jujur” dapat dilakukan dengan berbagai cara salah satunya dengan membentuk “ Perpustakaan Kejujuran “ dan aktivitas ini harus digerakan secara terus menerus dan berkelanjutan.

Tahapan – tahapan  cara pengumpulan buku untuk membangun Perpustakaan Kejujuran:

  1. Pada tahun ajaran baru setiap siswa baru dapat mengumpulkan satu buku bacaan yang edukatif dan inovatif tapi sebelumnya siswa tersebut telah membacanya selanjutnya dibuat review dan diseleksi mana yang terbaik dapat penghargaan dari pihak sekolah
  2. Ada kegiatan rutin untuk “ sedekah “ dan uang yang didapat bisa di belikan buku – buku bacaan yang menarik dan sudah barang tentu yang buku yang bersfat edukatif dan inovatif. Jangan lupa untuk mengajak siswa “ berburu “ buku sedekah agar sesuai dengan usia mereka dan sesuai dengan minat mereka.
  3. Pada saat siswa kelas XII berhasil menyelesaikan pendidikannya di SMA, mereka bisa menyumbang buku - buku non pelajaran khususnya novel – novel yang inspiratip, edukatif dan inovatif.  

Manfaat Perpustakaan Kejujuran :

  1. Siswa bebas membaca setiap saat pada saat mereka tidak sedang belajar
  2. Siswa tidak terikat oleh administrasi perpustakaan mereka cukup menulis judul buku yang sedang dibaca
  3. Siswa bebas memilih buku yang mereka suka dan mereka ingin baca
  4. Siswa bebas membaca buku – buku non pelajaran ( umumnya novel )
  5. Siswa dapat membuat tugas membuat review jika mereka terlambat datang ke sekolah, “ hukuman” yang menyenangkan bukan?

Kendala – kendala yang dihadapi :

  1. Tidak setiap siswa disiplin menyimpan kembali ke tempatnya
  2. Tidak setiap siswa jujur untuk mengembalikan buku yang dibaca
  3. Tidak setiap siswa mempunyai tanggung jawab untuk menjaga jumlah buku
  4.  Tidak setiap siswa mempunyai tanggung jawab untuk menjaga kebersihan, kerapihan
  5. Tidak setiap siswa mendata sederhana buku apa yang telah dibaca.
  6. Tidak setiap siswa menjaga dengan baik buku – buku yang terpajang di rak – rak buku Perpustakaan Kejujuran

 

 

C.      PENUTUP

Bermimpi tidak selalu terwujud sesuai dengan kenyataan, tidak selalu sesuai waktu yang direncanakan, tidak selalu berjalan sesuai dengan langkah. Yang terpenting jangan menyerah untuk berjuang. Membangun moral perlu waktu panjang. Jangan ada kata menyerah untuk mendidik siswa agar menjadi siswa yang jujur. Aplikasi dalam pelaksanaan Perpustakaan Kejujuran adalah media sederhana yang menguji mental siswa, moral siswa khususnya dan umumnya siapapun yang ingin membaca di lingkungan sekolah. Berhasil atau tidaknya pendidikan moral dalam “ Perpustakaan Kejujuran “ tidak akan dirasakan langsung. Hal yang paling krusial bahwa hasil dari aplikasi pendidikan moral akan terasa oleh siswa yang bersangkutan pada saat mereka menerapkan dalam berbagai kegiatan dalam berbagai kesempatan saat mereka mengarungi kehidupan. Penuh harap “ Perpustakaan Kejujuran “ menjadi salah satu media atau wadah yang efektif dengan berbagai manfaat terutama membangun moral siswa agar tertanam dengan dalam hati mereka dan mengaplikasikannya pada kehidupan nyata sekarang dan di masa yang akan datang, sekaligus di balik itu semua wawasan mereka semakin luas karena referensi di otak mereka tidak hanya ilmu yang mereka peroleh dari proses belajar mengajar tapi juga ilmu – ilmu yang telah mereka baca dari sumber – sumber buku non pelajaran.

DAFTAR PUSTAKA :

-          http://kisahimuslim.blogspot.co.id/2014/09/arti-dan-makna-kejujuran-dalam-islam.html

-          http://www.wawasanpendidikan.com/2016/03/pengertian-perpustakaan-dan-perpustakaan-sekolah-menurut-para-ahli.html

Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah  Pendidikan Kebudayaan, 2016, Panduan Gerakan Literasi Sekolah di Sekolah Menengah


Kunjungan Ke DIPUSIPDA Museum Gedung Sate

Diposting pada tanggal : 14-Maret-2019
oleh Operator


Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa SMAN 2 CIMAHI

Diposting pada tanggal : 14-Maret-2019
oleh Operator



TEMPAT PENDAFTARAN
KANTOR SMA NEGERI 2
Jl. Sriwijaya 9 No.45A, Setiamanah, Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Jawa Barat 40524
Telp. (022) 6652715
WAKTU PENDAFTARAN
BATAS WAKTU PENDAFTARAN TELAH LEWAT